Rabu, 08 Juli 2015

Sebuah pelajaran dari kehidupan anak kecil

Dalam hidup kita, masa kanak-kanak hanya terjadi sekali seumur hidup. Maka tidak jarang ketika kita sudah dewasa, kita sering merindukan masa-masa tersebut. Ini hal yang lumrah dan tidak salah, karena waktu tidak akan pernah bisa diputar balik. Tapi sayang, terkadang tingkah laku seorang anak kecil sering dianggap remeh oleh orang dewasa. Padahal beberapa sifat dan tingkah laku mereka yang akan Gemintang bahas berikut ini dapat memberikan kita sebuah perenungan dan pelajaran hidup. Seperti :
  • Anak kecil tidak mengkhawatirkan segala sesuatu secara berlebihan
Jika orang dewasa diperhadapkan pada masa-masa darurat hidupnya, ia seringkali khawatir. Bahkan tidak jarang melebih-lebihkan rasa khawatir itu. Berbeda seperti anak kecil, walaupun ia tahu ada sesuatu hal yang tidak beres di sekitarnya ia tidak mengkhawatirkan hal tersebut secara berlebihan. Karena apa? Karena ia percaya ada orangtua yang melindunginya.
Begitupun dengan kita. Ketika masalah kehidupan datang bertubi-tubi, seringkali rasa khawatir itulah yang mendominasi pikiran kita. Padahal, kita punya Tuhan yang senantiasa menjaga dan menolong kita dari setiap masalah kehidupan yang datang. Jadi kenapa mesti khawatir?
  • Mempunyai imajinasi dan mimpi
Coba tanyakan pada sanak saudara atau adik Anda yang masih kecil tentang cita-citanya. Pasti banyak dari Anda yang mendengar cita-cita mereka ingin menjadi dokter, pilot, pramugari dll. Tapi orang dewasa cenderung menggunakan logika dan melihat kehidupan realita yang ada saat mencoba meraih mimpi dan cita-cita mereka. Padahal dalam hidup ini kita perlu bermimpi. Mimpi atau cita-cita membuat kita menjalani hidup ini semakin bergairah. Racik mimpi Anda dengan imajinasi yang luar biasa. Selain itu jangan lupa juga sertakan usaha dan doa.
  • Tidak gengsi dan mau memaafkan
Pernahkah Anda melihat seorang anak kecil yang bermusuhan dengan temannya hingga berhari-hari atau berbulan-bulan? Seorang anak kecil tidak perlu waktu berhari-hari atau berbulan-bulan untuk kembali berbaikan dengan temannya. Mungkin pada hari itu mereka bermusuhan, tapi esok harinya ia akan melupakan kejadian itu. Mereka bahkan tidak mengenal rasa gengsi untuk meminta maaf terlebih dahulu.
Lalu, bagaimana dengan kita? Sudahkah kita memaafkan orang yang berselisih dengan kita dan terus mempertahankan dendam tersebut? Anak kecil saja tidak gengsi untuk meminta maaf terlebih dahulu kepada temannya, kita orang dewasa juga pasti bisa.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar